Asep Saepulloh, Tukang Roti Dengan Sejuta Mimpi dan Inspirasi

Asep Saepulloh,

Tukang Roti Dengan Sejuta Mimpi dan Inspirasi

Aep merupakan panggilan akrab saya buat seorang tukang roti keliling di daerah jatinangor yang asal lahirnya di Garut 15 Januari 1988 anak dari seorang ayah yang bernama Bpk SAepudin dan ibunda tercinta bernama Ibu Mariyah. Aep seorang remaja yang hanya mengenyam bangku SMP di daerah pedalaman garut dan berjuang merantau ke jatinangor dengan mengandalkan jerih payahnya dari hasil jualan roti keliling dengan menggunakan sepeda. Mungkin tidak terlalu banyak apa yang dia peroleh setiap harinya akan tetapi dia selalu merasa Bersyukur atas apa yang dia perolehnya, karena dia percaya orang yang selalu bersyukur akan dilimpahkan rezekinya oleh Allah SWT. Berjualan roti memang bukan cita – cita yang tertanam dalam dirinya akan tetapi keadaan yang memang mewajibkan dia ikut berjuang setiap pagi demi memenuhi sarapan bagi lingkungan komplek di area jatinangor. Cita – cita yang terus tertanam dan selalu dalam bayangannya adalah tetap terus menuntut ilmu sampai ke jenjang Perguruan Tinggi. Bukan Karena malas dia tidak melanjutkan untuk ke tingkat SMA akan tetapi keadaan keluarganya saat itu yang memang saling berebutan dengan kebutuhan sehari hari, dengan lapang dada dia merelakan menunda cita-cita nya untuk bersekolah ke tingkat SMA karena mengalah juga untuk adik’ nya yang memang sama harus akan pendidikan formal. Kucuran air mata dari kedua orangtuanya dan harapan yang memang terhapus sesaat dari pikiran Aep, sangat melukai hati kedua orangtuanya, apalah daya saat itu, orang tua Aep terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan anak anak lainnya dan terus mendoakan yang terbaik bagi semua anaknya.

Tak putus harapan untuk keinginannya menuntut ilmu, Aep berniat untuk melanjutkan pendidikaan non formal dengan masuk pesantren dengan uang pendaftaran yang diperolehnya dari ikut jualan roti sama kakaknya di cileunyi dan jatinangor dan setelah terkumpul dia mulai daftar masuk pesantren sekitar kurang lebih 2,5 tahun. Yaa 2,5 tahun yang penuh makna, penuh pengalaman dan pengembangan diri seorang Aep sampai jalan mengarahkan dia untuk mencoba peruntungan nasibnya diluar pesantren yaitu menjadi penjual roti keliling sepeda di daerah jatinangor dengan mengkuti jejak kakaknya.

Karakter yang terbentuk dalam diri Aep sangat dominan dan unik bagi seorang penjual roti, dia supel, cerdas, komunikatif dan ramah dalam pelayanan jualan rotinya ditambah tampilan yang muda fresh dan rupawan.., so nice bagi seorang tukang roti. Dengan anugerah itulah Aep menjadi tukang roti yang sangat ditunggu’ pelanggannya sampai ada yang sangat akrab dan menganggap dia sebagai sodara nya sendiri.

Tingkat penjualan roti memang naik turun, diiringi kebutuhan kehidupan sehari hari semakin meningkat, disana dia mulai memutar otak untuk cari uang tambahan. Mulai dari membuka pizza hot mini  pinggir jalan, ikut jualan soto depan pongowash laundry sampai jadi pegawai di sebuah warung ayam bakar seuhah milik teman saya. Dari sanalah saya mulai mengenal lebih jauh seorang Asep Saepulloh, seorang tukang roti dengan sejuta mimpi dan inspirasi.

Hal yang sangat menarik bagi saya adalah, dia sangat cekatan dalam melayani pelanggan, komunikatif dan memang sangat menarik. Banyak pelanggan yang memang betah makan di ayam bakar tersebut, senang ngobrol sama dia, aktif nanya dan sharing sampe sampe saya menjadi pelanggan setia ayam bakar tersebut dengan menu racikan dia yang memang enak plus sharing yang sangat berarti dengan dia.

Keluh kesah kehidupan yang saya alami bisa saya bagi dengan dia. Kita intens dalam perbincangan malam membahas kehidupan kita masing masing dan mimpi besar yang harus kita raih suatu saat nanti. Dia sering nanya mengenai ilmu pengetahuan, mimpi dia dan saya juga sering sharing mengenai agama dll.

Hal yang saya sangat appreciate dari seorang Aep, dalam keadaan apapun, dia selalu bersemangat selalu berpositif thinking dan selalu bersyukur. Bahkan saya sangat malu ketika apa yang saya alami, hal-hal yang saya sudah dapatkan bahkan saya jarang bersyukur, tetapi dia selalu mengingatkan saya akan rasa syukur atas apa yang telah kita dapatkan.

Suatu malam saat kita terlarut dalam sebuah pembicaraan sederhana namun bermakna disudut warung ayam bakar seuhah didepan pongowash laundry. Saya melihat sosok dia merupakan sebuah “Mutiara Dalam Lumpur” yang memang harus diangkat, diasah dan di tempatkan ditempat yang lebih layak dan berharga dan tentunya atas kehendak Allah SWT. Potensi Aep melebihi keadaan dia saat itu.

Salah satu pertanyaan yang terlontar dari pikiran saya : “Aep, kalo cita – cita Aep tuh sebenarnya apa?” apa yang ingin Aep lakukan ke depannya nanti?. Aep : “Saya ingin menuntut ilmu kang, sampe ke Perguruan Tinggi Negeri seperti halnya pelanggan saya saat ini. Saya : “Aep yakin ingin kuliah? Yaa jawab Aep. Saya ingin sekali kuliah, sampai saya melontarkan 3 kali pertanyaan yang sama dan jawabannya : Yaaa Aep bener bener ingin kuliah. Disela sela semangatnya ada perasaan takut serta ragu dalam Aep. “Tapi untuk saat ini mungkin itu hanya sebuah khayalan, saya hanya bisa memimpikan, menginginkan dan mengkhayalkan. Tapi wallohuA”lam dengan kehendak Allah SWT semuanya gak ada yang gak mungkin.

Semenjak saat itu, Allah memberikan jalan dengan memudahkan dia untuk ikut paket C setara SMA pada akhir tahun 2011 agar bisa mengikuti Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri 2012 (SNMPTN). Setelah dapat gelar ijazah paket C tersebut, Aep mulai semangat belajar mengerjakan soal sambil ikut kegiatan training kelas kewirausahaan karena salah satu cita – citanya juga ingin membuka usaha sendiri di bidang kuliner. Semangat dan antusias yang keluar dari dalam diri Aep, bawa inspirasi dan menularkan semangat bagi temen temen yang lain di lingkungannya. Dengan senangnya Aep bisa memiliki kelas dalam acara training tersebut  adalah permulaan pengenalan dunia intelektual sebelum bener bener Aep kuliah dengan antusiasnya dia cerita sepulang dari acara tariningnya : Kang, tadi saya berbicara dikelas dan menjadi perhatian orang orang, saya akhirnya punya tempat untuk menyalurkan dan mengembangkan sofftsskiil saya, inilah yang saya inginkan, saya punya kelas dan suatu saat saya bener bener bisa kuliah.

Setiap hari Aep mulai belajar untuk  menghadapi tes SNMPTN 2012, disela sela usaha nasi goreng yang mulai dirintisnya sambil membaca buku, mempelajari menunggu saya pulang kerja untuk bisa sama sama menyelesaikan soal soal SPMB tahun tahun sebelumnya sampai sekitar 2 bulanan Aep belajar dan akhirnya suatu hari saat itu dia bener’ berjuang test SNMPTN demi memperebutkan sebuah kursi pendidikan berkualitas dari pesaingan ribuan siswa yang siap mati matian mendapatkan jatah kursi tersebut.

Man Jadda Wajada, barang siapa yang bersungguh sungguh maka dia akan berhasil. Mungkin itulah ungkapan yang tepat bagi dia, tak disangka disuatu hari menuju malam hari dia sms ke saya : Kang, kalo saya masuk UNPAD lewat SNMPTN mau ngasih hadiah apa? Shock, kaget dan unbelieveble dengan sms yang dia kirim sampai saya nelp dia, Aep bener masuk UNPAD? Dan dia menjawab dengan lantang Yaaaaa ujang masuk UNPAD kang, ujang bisa kuliah, ujang jadi mahasiswa. Sesaat mendengar kabar itu, saya terburu buru pulang dari kantor ke jatinangor demi meyakinkan kabar yang saya dapat itu bukanlah Hoax belaka. Sesampainya di Jatinangor, Aep dan kawan kawan sedang berkumpul bercerita membahas hasil pengumuman SNMPTN, dengan perasaan terharu dan bangga saya jabat tangan dia memberikan sebuah ucapan hangat karena Adik saya Asep Saepulloh bener bener jadi mahasiswa jurusan Sastra Arab UNPAD.

Hal yang sangat sarankan buat dia adalah. Aep harus mendapatkan Beasiswa, layaknya saya alhamdulillah dikasih kemudahan mendapatkan Beasiswa Unggulan dari Depdiknas. Maka Aep sangat berharap dan wajib untuk mendapatkan beasiswa unggulan tersebut karena dia memang layak diliat dari segi financial dan dari prestasi nya. Perjuangan babak baru dimulai saat dia memasuki UNPAD untuk mengikuti program Masa Orientasi Kampus. Dengan bangga saya melihat adik saya bisa menjadi mahasiswa UNPAD dan saya harap Asep Saepulloh bisa memulai mengembangkan diri di Kampusnya, mulai melihat jauh kedepan mengenai kesuksesannya dan ini adalah titik dimana Aep memulai kehidupan lebih baik kedepannya. Dan saya harapkan Aep bener bener bisa mendapatkan Beasiswa yang ada dikampus, entah itu Beasiswa Unggulan Depdiknas ato beasiswa lainnya yang ada dikampus UNPAD.

Apa yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa dan berusaha sekeras mungkin, sisanya biarlah Allah menyelesaikan. Aep semoga catatan ini menjadi sebuah inspirasi bagi Aep, saya dan yang lainnya, bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah dalam memperlihatkan KehendakNya. Semoga Aep bisa terus sukses dan terus mengejar cita cita Aep, bisa bermanfaat bagi lingkungan Aep. Amin

Your Brother

_Pardi Setiawan, STP.,M.Ak_

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: