Kisah Persahabatan Anak Bangsa (The Real Friendship Is Never Die)

Gambar

Kisah Sahabat Lama

Disebuah desa kecil Singaparna

Dari berbagai karakter yang ada

 

Andri sang melankolis dan empati

Dadan sang penyabar dan apa adanya

Cahya sang rendah hati dan ramah

Gilang sang easy going dan kalem

Ruli sang ekspresif dan ekstrovert

Bily sang pujangga dan penuh pertimbangan

Mesa  sang adventurer dan pekerja keras

Monox sang perkasa dan berani

Pardi sang visioner dan inisiatif

Menyatukan kita dalam Anak Bangsa

 

Arti persahabatan

Memanglah susah untuk diterjemahkan

Akan tetapi bermacam makna jika dirasakan

Persahabatan itu dibentuk dalam ikatan batin

Bukan hanya sekedar ucapan

Bahkan hanya sebuah label belaka

 GambarGambar

Sementara detik pun terus berganti

Tahun demi tahun pun kami lewati

Semuanya memang mestilah terjadi

 

 

Kita pun pergi untuk mengejar impian

Sekian lama kita pun berjuang demi tujuan dihati

Diantar semangat dan doa sahabat sejati

 

Memang kami sadari

Roda nasib pun terus berputar dan berganti

Mengantarkan kami menuju sebuah perubahan

 

Perubahan itu tetaplah ada

Dari gaya, wawasan, maupun cara berwacana

Dari sebuah perjalanan yang sangat berharga

 

Kami berpisah untuk sementara

Berjuang demi mencapai cita – cita kita

Tapi jiwa tetaplah menyatu

Menembus ruang waktu

 

Reuni sederhana

Sekedar nongkrong sambil bercerita

Dihiasi nasi tutug oncom, surabi dan kopi hangat

Pelepas lelah setelah berkaroke ria

 

Tradisi lama selalu kami jalani

Hangatnya nasi liwet diatas daun pisang

Ditaburi lauk sederhana

Lahap pula kita menyantap

 

 

 

Perjalanan panjang

Melewati hujan yang tak henti

Demi tujuan yang menghibur hati

Pantai Pangandaran

 

Udara pantai membelai raga yang lelah

Pandangan biru laut tanpa batas

Deburan ombak saling berkejaran tiada berhenti

Layaknya persahabatan kita yang terus terjalin tanpa henti

 

Kaki mungil kita terus berjalan

Menapaki menembus hutan

Melewati pepohonan rindang

Agar sampai di wana wisata citumang

 

Beningnya mata air

Berwarna hijau menyilaukan mata

Mengalir melewati sungai

Membuai kita untuk segera bercengkrama

 

Kesedihan, bahagia yang pernah kami rasakan bersama

Terjerat dalam kenangan indah

Kenangan yang akan kita banggakan

Kenangan yang selalu kita rindukan

Dimasa datang dan dihari tua

 

Janganlah pernah kita berubah

Akan jalinan persahabatan ini

Keceriaan yang telah lama pudar

Harus tetap bersinar mengusik kesepian jiwa

Semoga kisah anak bangsa

Tak pernah lekang oleh waktu dan usia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: