PERJUANGAN DEMI SEBUAH TENIS MEJA

            Gambar

             

Sesaat terlintas ketika anak anak Bin sedang asikbermain bola basket baru di ruangan kelas IX. Senengnya melihat mereka ada sarana olahraga untuk menyalurkah hobi mereka bahkan menghilangkan kejenuhan disela sela belajar. Memang hanya satu bola basket dan bola volley yang saat ini mengerti mereka #etttdahhh

Bola basket pun jadi rebutan bagi anak” untuk sekedar berkeringat meskipun ring basketnya belum tersedia heheheh nanti juga menyusul tapi hal ini lebih baik lah daripada tong sampah yang dibolongin sebagai ring basket dan bola sepak yang sudah kempes bias juga sebagai bola basket..

Kesenangan akan olahraga setiap siswa memang berbeda, ada yang renang, basket, volley, badminton ato sepak bola akan tetapi sara yang ada mengharuskan mereka menikmati olahraga apapun yang mereka bias lakukan dengan segala keterbatasan yang tidak mengurangi rasa kebahagiaan di BIN.

“Kalo ada tennis meja mah lebih rame kayaknya Pak” celetukan seorang siswa disela saya sedang asik melihat mereka bermain basket di dalam ruangan kelas. “oh iya ya, kayaknya makin rame aja nih” sahut saya. Dan kita langsung berandai andai sekaligus memikirkan gimana kalo memang tersedia sebuah tenis meja lengkap dengan bat dan bolanya. Mereka pun berdalih, aka pa apa lah mejanya bias dari bangku bangku belajar disatuin tapi gimana dengan bat dan bola pingpongnya. Oke, akhirnya kita sepakat untuk membentuk sebuah tennis meja dengan langkah awal ingin membeli Bat dan bola pingpongnya, sementara meja nya sepakat dari bangku” yang disatuin.

Rabu pagi, saat Kegiatan Belajar Mengajar libur karena adanya Pemilu 2014, siswa siswa BIN sudah rame, ada yang mau beres” kamar, mencuci baju, teriak” ngajak maen bola ke lapangan atas menuju Lembang dan helooo saya masih setengah sadar bangun dari tebalnya selimut yang menghadang dinginnya suasana Lembang dan hal itu juga ditunjukan dengan jarum jam masih menunjukan 5.30 am. Siswa siswa begitu antusiasnya bangun subuh lalu persiapan beres”, olahraga dan saya baru bangun??? Malunyaaa……

Saya pun sigap, maen bareng anak” dan yang menjadi perhatian saya ada beberapa siswa yang sedang gotong royong membuat sebuah meja buat olahraga tennis meja. Wow amazing, dengan bahan” kayu seadaanya yang diambil dari belakang pesantran, peralatan yang seadanya juga dan sebuah tripleks tebal sudah terpotong rapih untuk alas meja nya..

“kami tidak hanya berharap atau menunggu, tapi kami bertindak, berjuang untuk mewujudkan apa yang kami inginkan”

Sekumpulan siswa pun bener bener bergotong royong satu sama lain layaknya seorang tukang yang sudah ahli menggergaji, memotong kayu, memaku dan dibawah terik matahari itupun mereka tidak ada kata mengeluh demi terwujudnya sebuah teniis meja arena olahraga mereka..

Gambar

Salut akan perjuangannya

Salut akan kemandiriannya

Salut akan gotong royongnya

Dan, saya pun tidak hanya melihat dan terdiam tapi mencoba membantunya *meskipun hanya dalam bentuk doa hehehehehehehe

Dan jreng jreng minuman dingin rasa manga, jeruk jambu pun tersedia demi menghilangkan dahaga para siswa yang bener” bertanggung jawab menyelesaikan sebuah tennis meja anak anak BIN.

Ini lah hasil karya kita

Inilah bentuk perjuangan kita

Inilah wujud dari keinginan kita

Inilah bentuk rasa kita…

Hal kecil yang kami lakukan, hanya untuk kebahagiaan bersama…